HUTAN ALAM CIBODAS TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO

Sejarah Kawasan

Status Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diawali ketika pemerintah Hindia-Belanda mengeluarkan SK Gubernur Jendral Hindia-Belanda No. 50 Tanggal 17 Mei 1889 dengan ditetapkannya Kebun Raya Cibodas dan areal hutan seluas 240 hektar sebagai contoh flora pegunungan di pulau Jawa dan sekaligus sebagai hutan lindung

Melalui SK Gubernur Jendral Hindia-Belanda No. 7 Tanggal 05 Januari 1925 ditetapkan daerah puncak Gunung Gede, Gunung Gemuruh, Gunung Pangrango, daerah Sungai Cibodas dan Ciwalenyang seluruhnya meliputi areal seluas 1040 hektar sebagai cagar alam dengan nama Cagar Alam Cibodas-Gunung Gede.

Pada tanggal 06 Maret 1980, kawasan Gunung Gede Pangrango ditetapkan oleh Menteri Kehutanan untuk dikelola sebagai kawasan Taman Nasional dan luas kawasan seluruhnya adalah 15.196 hektar, yang mencakup Cagar Alam Gunung Gede Pangrango 14.000 hektar, Cagar Alam Cibodas Gunung Gede 1040 hektar, Taman Wisata Situ Gunung 100 hektar dan Cagar Alam Cimungkat 56 hektar.

Sejak Tahun 1984, sejalan dengan perbanyakan Depertemen Kehutanan, kawasan inti dikelola oleh unit pelaksana teknis TNGP sebagai kawasan pelestarian alam dengan konsep Pengelolaan Taman Nasional sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No. 096/KPTS-II/UM/84. Status kawasan mendapatkan dasar hukum yang sah pada tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan ekosistemnya.

Taman Nasional ini bila ditingkatkan dalam pengelolaannya diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pihak pengelola maupun masyarakat sekitarnya, antara lain dengan terbukanya lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat sekitar hutan serta manfaat yang lainnya.

Letak dan Luas

Secara geografis kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terletak diantara 106º51’-107º02’ BT dan 64º10’-65º1’ LS. Menurut administrasi pemerintahan, kawasan ini termasuk ke dalam 3 wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II, yaitu Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Luas wilayah taman nasianal ini berdasarkan penetapannya (Pengumuman Menteri Pertanian tanggal 6 Maret 1980) adalah 15.196 Ha yang menurut wilayahnya termasuk ke dalam Kabupaten Dati II Bogor 4.514; 73 Ha, Cianjur 3.899; 29 Ha, dan Sukabumi 6.781; 98 Ha.

Pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dibagi menjadi 3 Rayon dan 10 Resort, yaitu Rayon Bodogol yang terdiri dari Resort Bodogol Resort Cimande dan Resort Cisarua; Rayon Cibodas  yang terdiri dari Resort Cibodas, Resort Gunung Putri dan Resort Gedeh; serta Rayon Salabintana yang terdiri dari Resort Goalpara, Resort Salabintana, Resort Cimungkat dan Resort Nagrak.

Topografi

Keadaan topografi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango bervariasi dari landai sampai bergunung. Secara umum, topografi kawasan ini merupakan bukit dan gunung dengan sedikit daerah landai karena berada pada ketinggian 1000 – 3019 mdpl. Baik di Gunung Gede maupun Pangrango banyak terdapat jurang yang dalam dengan kedalaman 70 m.

Iklim

Curah hujan didalam kawasan TNGP berkisar antrara 3000 – 4200 mm/tahun. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober – Mei dengan curah hujan bulanan rata-rata 2000 mm, sedang pada bulan Desember-Maret curah hujan mencapai 400 mm. Musim kemarau terjadi pada bulan Juni-September dengan curah hujan 100 mm. Berdasarkan klasifikasi iklim dari Schmidt dan Ferguson tipe iklim kawasan ini termasuk kedalam tipe A dengan nilai Q berkisar antara 5% – 9%.

Temperatur di Cibodas berkisar antara 18ºC pada siang hari dan di Puncak Gunung Gede dan Pangrango 10ºC. Sedang pada malam hari temperatur di Puncak berkisar 5ºC. Namun pada musim kering/kemarau, suhu di Puncak Gunung Gede maupun Pangrango dapat mencapai 0ºC. Kelembaban udara relatif sepanjang tahun termasuk sangat tinggi, yaitu berkisar antara 80% – 90%.

Hidrologi

            Sungai – sungai yang terdapat di dalam kawasan Taman Nasional gunung Gede Pangrango, secara umum membentuk pola radial. Berdasarkan data yang tersedia, terdapat 50 sungai dan anak sungai yang berhulu di kawasan ini. Hal ini menyebabkan kawasan ini mempunyai peranan penting sebagai penyangga kehidupan , yaitu dalam penyediaan air permukaan maupun air bawah tanah. Pada umumnya sungai–sungai tersebut mengalir sepanjang tahun dengan debit yang relatif tetap atau tidak berfluktuasi tinggi.

            Di daerah kawah Gunung Gede terdapat 2 lubang yang merupakan penampungan air pada saat hujan lebat. Air yang terkumpul membentuk aliran kecil di bawah permukaan melalui lapisan pasir yang berporositas tinggi dan selanjutnya mengalir ke dasar kawah dan kemudian muncul sebagai aliran air panas dengan suhu ± 75° C di lereng Utara Gunung Gede pada ketinggian 2150 mdpl.

            Beberapa sungai penting yang berhulu di dalam kawasan Taman Nasional antara lain : Sungai Cimandiri yang mengalir ke arah selatan dan bermuara di Pelabuhan Ratu; Sungai Cisarua dan Cinagara mengalir ke arah barat daya yang merupakan sumber utama Sungai Ciliwung dan kali Angke dan bermuara di laut Jawa; Sungai Cikundul dan Cianjur Leutik yang mengalir ke arah timur dan bermuara di Sungai Citarum.

Geologi dan Tanah

Gunung Gede dan Pangrango merupakan bagian dari jalur gunung berapi yang membujur dari Sumatera, Jawa sampai Nusa Tenggara. Rangkaian gunung ini terbentuk akibat dari pergeseran lapisan kulit bumi secara terus menerus selama periode aktivitas geologi yang tidak stabil, yaitu pada periode Quartener. Secara umum, lapisan batuan yang terdapat didaerah ini merupakan batuan vulkanik seperti Andesit, Tuff, Basalt, Lava Breksi, Breksi mekanik dan Piroklasik. Lapisan dasar dari batuan ini terdiri dari non vulkanik yang lebih tua. Gunung Gede adalah salah satu dari 35 gunung api yang masih aktif pada jalur ini, sedangkan Gunung Pangrango telah dinyatakan mati karena tidak terdapat tanda-tanda keaktifannya. Jenis tanah di kawasan TNGP terdiri dari jenis tanah Regosol, asosiasi Andosol dan Regosol dan jenis tanah Latosol Coklat.

Aksesibilitas

            Kawasan TNGP dapat dicapai melalui 4 jalan masuk yaitu: Cibodas (Cianjur), Gunung Putri (Cianjur), Salabintana (Sukabumi) dan Situgunung (Sukabumi). Kecuali dari Situgunung, puncak Gunung Gede Pangrango dapat dicapai melalui jalan setapak yang tersedia dari jalan masuk tersebut.

            Jalan masuk utama di Cibodas terletak 100 km dari Jakarta ke arah Cianjur (2½ jam) dan 85 km dari Bandung ke arah Bogor (2 jam). Gunung Putri terletak hanya beberapa km dari Cibodas dapat dicapai melalui Cipanas atau Pacet. Situgunung terletak 15 km dari Sukabumi ke arah Bogor dan Salabintana terletak 15 km di utara Sukabumi.

Flora dan Fauna

Tumbuhan di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada dasarnya dapat dikelompokkan menurut ekosistemnya, baik berdasarkan ketinggian tempat maupun jenisnya. Menurut hasil penelitian tumbuhan yang pernah dilakukan, di dalam kawasan ini tercatat lebih dari 900 jenis tumbuhan berbunga, 400 jenis tumbuhan paku serta berbagai jenis tumbuhan lumut, ganggang dan jamur. Bahkan Meijer pada tahun 1959 melakukan penelitian dan perhitungan jumlah jenis dalam 1 ha hutan Sub Montana menemukan 331 jenis tumbuhan, diantaranya adalah 78 jenis pohon dan 100 jenis epifit.

            Pada ketinggian 1000 – 1500 m dpl, terdapat ekosistem Sub Montana. Ekosistem ini merupakan hutan dengan keragaman jenis yang tinggi dengan tiga strata tajuk yang jelas ditandai dengan pohon – pohon besar dan tinggi. Jenis – jenis dominan menurut strata adalah :

a.Yang mencapai ketinggian lebih dari 60 m : Altingia excelsa dan Castanops argentea.

b.Yang mencapai ketinggian antara 10 – 20 m : Antidesma tetandrum dan Litsea sp.

c. Berupa belukar ( 3 – 5 m ) : Ardisia fuliginosa dan Dichora febrifuga.

            Pada ketinggian 1500-2400 mdpl dijumpai ekosistem montana. Ekosistem ini merupakan hutan dengan keragaman jenis yang mulai menurun dan ditandai dengan sedikitnya jenis tumbuhan bawah. Jenis pohon yang dijumpai diantaranya Puspa (Schima walichii) yang daun mudanya berwarna merah dan Darycarpus imbricatus, jenis berdaun jarum.

            Pada ketinggian di atas 2400 – 3019 m dpl dijumpai ekosistem Sub Alpin. Ekosistem ini merupakan hutan dengan keragaman jenisnya rendah ditandai dengan pohon-pohon kerdil. Jenis pohon dominan adalah Vaccinium varingaefolium dengan batang ditumbuhi lumut janggut. Kekhasan hutan ini adalah terdapatnya dataran yang ditumbuhi rumput Isachne pangrangensis dan Edelweiss ( Anaphalis javanica) yang juga dikenal sebagai bunga abadi.

            Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan berbagai ekosistem yang terdapat di dalamnya merupakan habitat dari berbagai jenis satwa langka dan dilindungi. Berdasarkan informasi Junghuhn ( 1839 ), di kawasan Taman Nasional pernah dijumpai badak jawa (Rhinocerus sundaicus). Namun, tidak ditemukan catatan resmi mengenai keberadaan jenis satwa ini.

            Jenis-jenis satwa langka yang masih dapat dijumpai pada saat ini, antara lain: primata, yaitu Owa Jawa (Hylobates moluch), Surili (Presbytis comata), Lutung (Trachypithecus auratus), serta pemangsa seperti macan tutul (Phantera pardus), kucing hutan (Prionailurus bengalensis), kucing akar (Mustela flavigula) dan anjing hutan (Cuon alpinus javanicus). Disamping itu terdapat pula jenis satwa lainnya seperti sigung (Mydaus javanensis), kijang (Muntiacus muntjak) dan kancil (Tragulus javanicus).

            Kawasan ini juga terkenal karena keragaman jenis burungnya, yang dijumpai 251 jenis dari 460 jenis yang tercatat hidup di pulau Jawa atau lebih dari 50%. Menurut Bird Life International (1994) dalam departemen kehutanan, Ditjen PHPA, TNGP (1994), di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango hidup 19 dari 20 jenis burung endemik pulau jawa, diantaranya adalah elang jawa (Spizaetus bartelsi). Jenis-jenis burung langka dan menarik yang dapat dijumpai di kawasan ini antara lain burung Hantu (Ottus angelinae), burung Luntur gunung (Harpactes reinwardti), burung cerecet (Psaltria exilis) dan burung madu gunung (Aethpyga eximia). Kekayaan jenis burung ini mempesona terutama bagi para peneliti dan pengamat burung dari berbagai penjuru dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: