MANAJEMEN STUDI LAPANG

Sebelum melakukan suatu perjalanan studi atau kegiatan lapang terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal dibawah ini, yaitu :

A. Menentukan Tema yang akan diangkat dalam kegiatan studi

Tema yang diangkat harus mempertimbangkan  peluang yang ada pada masa itu, isu-isu terhangat mengenai mamalia. Tema juga didasarkan pada tujuan di adakannya studi.

B. Menentukan Lokasi studi terkait dengan tema

Lokasi berkaitan dengan tema, pemilihan lokasi sebaiknya menggunakan banyak alternatif pilihan. Setidaknya ada 2 pilihan yang mempertimbangkan biaya, waktu, tenaga serta kesempatan yang ada. Pilihan pertama (plan A) lebih pada tujuan utama studi terkait tema, biasanya lokasinya jauh, biaya mahal, akeses susah serta relatif baru. Pilihan kedua (Plan B) lebih pada alternatif apabila tujuan pertama tidak terlaksana, sehingga kegiatan studi dapat terealisasikan. Biasanya lokasinya dekat, biaya murah serta akses yang mudah.

C. Membentuk Team

Team ini terdiri dari ketua, seketaris, bendahara dan anggota. Pembagian peran baik pra, lapang serta pasca lapang yaitu :

1. Ketua        : berfungsi untuk mengatur, pembuat keputusan, mengkoordinasikan, mengarahkan, mengontrol suatu kegiatan dan lainnya.

2.Seketaris : berfungsi untuk mengatur surat menyurat, urusan Simaksi, publikasi, persiapan presentasi, kelengkapan perizinan, MOU dengan pihak luar dan sebagainya

3.Bendahara : berfungsi untuk mengelola keuangan baik pemasukan dan pengeluaran studi, membuat kwitansi, dan lainnya.

4.Anggota     : berfungsi untuk membantu terlaksananya kegiatan.

D. Menyusun jadwal kegiatan (Skedule)

Menyusun skedule atau jadwal untuk mengukur batas kemampuan untuk terealisasikan sebuah studi. Untuk itu, jadwal tersebut harus memiliki batasan-batasan waktu yang jelas serta akan ada semacam eksekusi apabila suatu perencanaan di nilai tidak memenuhi untuk terealisasikan. Misalnya apabila dalam 2 minggu, belum ada hasil yang menggembirakan dalam penggalangan dana, maka panitia berhak meng “cut” plan A dan beralih pada alternatif kedua (plan B).

Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan kegiatan studi dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

Pralapang

Kegiatan pralapang meliputi : penyusunan proposal, pengurusan izin

Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), penghimpunan dana, studi literatur, kuliah pembekalan dan pelatihan sebagai simulasi.

Kenapa anda butuh proposal penelitian atau studi ?

Suatu keberhasilan berlangsungnya suatu kegiatan terkait dengan proses pendanaan. Inisatif sendiri dalam penggalangan dana pribadi untuk suatu kegiatan biasanya dalam jumlah dana yang tidak terlalu besar serta jenis kegiatan berskala kecil. Untuk kegiatan-kegiatan yang memerlukan dana serta waktu yang cukup banyak maka diperlukan usaha-usaha menghimpun dana untuk mendukung terlaksananya suatu kegiatan, salah satunya dengan pembuatan proposal. Proposal juga merupakan bukti suatu kegiatan yang dilakukan ditempat studi pada waktu yang ditentukan. Hal ini penting kaitannya  dengan disetujui atau tidaknya suatu kegiatan tersebut.

1. Penyusunan proposal.

Menyusun sebuah proposal kegiatan harus mempertimbangkan tujuan, sasaran, output yang dihasilkan serta peluang kegiatan. Yang dimaksud dengan peluang disini adalah keberhasilan suatu proposal kegiatan juga ditentukan oleh instansi atau lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah terkait dengan proposal tersebut. Apakah lembaga/instansi tersebut memiliki suatu bentuk kegiatan, visi, atau kepentingan yang sama atau tidak terhadap objek yang dikaji. Jika ya, maka peluang untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut menjadi lebih besar.

Berikut urutan penyusunan proposal kegiatan :

Cover : kadangkala kita sering meremehkan cover, padahal dengan menampilkan cover yang aktraktif dan gambar menarik serta tulisan-tulisan singkat, si penerima proposal akan lebih dahulu terkesan dengan  seni yang ditampilkan.

Ringkasan Eksekutif : berisi tentang judul proposal, lembaga pelaksana, penanggung jawab, waktu pelaksanaan, total dana, contact person, serta nomor rekening yang bersangkutan.  Kemudian menyajikan abstrak penelitian atau studi lapangan secara singkat dan jelas.

Lembar Pengesahan : berisi persetujuan atau tanda tangan pihak-pihak yang bersangkutan. Contoh  ketua pelaksana, sekretaris, pembina lembaga/instansi yang ada ikuti, ketua lembaga/instansi, pihak fakultas, antara lain Seketaris Fakultas, Dekan Fakultas,pihak rektorat, yaitu Wakil Rektor III, serta  Direktur kemahasiswaan.

Argumentasi : berisi pandangan-pandangan argumentasi dari lembaga/instansi/organisasi yang anda ikuti terhadap upaya konservasi serta isu mamalia terkini.

Pendahulan : berisi latar belakang, tujuan dan output yang dihasilkan. Latar belakang menekankan pada apa yang melatarbelakangi lembaga/instansi/organisasi tersebut melakukan sebuah studi. Tujuan berdasarkan pada maksud kegiatan tersebut dilakukan, serta output berupa apa yang dapat dihasilkan dari kegiatan tersebut baik pada anggota, organisasi, tempat studi serta donatur dan lainnya.

Tinjauan Pustaka : hal ini sangat penting terlebih pada penelitian atau studi dengan orientasi pada spesies tertentu saja, misal orangutan, sehingga penjelasan morfologi, taksonomi, habitat dan sebagainya perlu diberikan penjelasan.

Kondisi Umum Lokasi : menjelaskan mengenai keadaan umum lokasi studi, berisi tentang letak, sejarah, luas, kondisi iklim, hidrologi, potensi flora fauna, aksesbilitas.

Bentuk Kegiatan : menjelaskan dengan rinci objek-objek apa yang dikaji, gambaran umum kegiatan yang akan dilakukan, cara-caranya bagaimana, bagaimana memperolehnya.

Metodologi : metode merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu studi. Terkait sukses tidaknya suatu studi tergantung dengan metode yang digunakan, kadangkala metode yang direncanakan tidak sesuai dengan keadaan dilapangan yang sifatnya tentatif yaitu suatu kegiatan yang disesuaikan dengan keadaan dilapangan sebenarnya. Sehingga diperlukan alternatif metode untuk mengantisipasi hal-hal tersebut. Metodologi berisi tentang waktu dan tempat studi, bahan dan alat serta metode atau prosedur kerja. Alat dibedakan menjadi dua yaitu alat studi dan alat perlengkapan tim.

Pengambilan Data :

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara, berdasarkan tekniknya yaitu dengan pengamatan dan wawancara. Pengamatan dibedakan menjadi direct dan indirect observation. Berdasarkan sifatnya yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diambil dengan cara observasi langsung dilapangan dan wawancara. Data sekunder dapat diperoleh dengan studi literatur. Analisis vegetasi juga diperlukan dalam menganalisis habitat.

Analisis Data dapat berupa analisis deskriptif baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

  1. Kemitraan dan sponsorship : merupakan bagian dari bentuk kerjasama. Kemitraan dapat berupa patner di lapangan, atau sekedar pengawas lapangan serta donatur. Sedangkan untuk sponsorship lebih pada bantuan baik materi maupun non materi.
  2. Rincian biaya : berupa anggaran dana yang dikeluarkan dengan melakukan studi tersebut.
  3. Susunan Panitia : panitia pelaksana studi yang mempersiapkan kegiatan lapang.
  4. Profil Organisasi : setidaknya menampilkan profil organisasi yang di ikuti.
  5. Track Record : kegiatan-kegiatan atau studi yang pernah dilakukan oleh instansi/lembaga yang di ikuti.
  6. List Anggota : daftar anggota-anggota yang akan melakukan sebuah studi lapang.
  7. Skedule : jadwal terencana yang memperlihatkan kegiatan mulai pra hingga pasca lapang serta batasan-batasan waktunya.

2. Simaksi : Simaksi atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi merupakan suatu bukti legal bahwa kegiatan studi mendapatkan izin dari pihak kawasan konservasi atau PHKA untuk melakukan studi di tempat tersebut.

3. Menghimpun Dana

Berdasarkan pengalaman yang ada, kegiatan menghimpun dana adalah pekerjaan yang paling sulit, hal ini dikarenakan efektivitas mahasiswa dalam mencari dana terkait dengan waktu-waktu aktif perkuliahan, sehingga hal tersebut sebagai salah satu faktor penghambat mencari dana. Selain itu, faktor eksternal yaitu pertimbangkan output yang dihasilkan dari kegiatan tersebut bagi instansti/lembaga yang dituju. Untuk itu, kejelian dalam memilah dan memilih lembaga/instansi yang memiliki peluang besar untuk mendapatkan bantuan juga sangat berpengaruh. Terkadang harus berinisiatif sendiri misalnya berjualan pakaian, hiasan, pernak pernik untuk menambah pendapatan.

4. Studi literatur

Studi pustaka ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran dalam usaha meningkatkan pengetahuan baik terkait dengan objek penelitian, tempat studi, ataupun lainnya.

5. Kuliah pembekalan dan latihan

Kuliah pembekalan dirasakan penting untuk menambah pengetahuan, memberikan gambaran umum mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan ditempat studi, proses belajar mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar, memantapkan metode lapang dan lainnya. Latihan berusaha untuk mencoba sesuatu hal baru sehingga menjadi biasa. Misalnya berlatih menggunakan alat.

Berlatih tidak hanya pada studi saja, akan tetapi berlatih pada kemampuan fisik dan mental. Kondisi fisik seseorang tak akan terukur dengan baik apabila tidak terlatih dengan baik, untuk itu paling tidak dua minggu sebelum berangkat kelapangan latihan fisik ditingkatkan. Latihan fisik berupa push up, sit up, jumping dan sebagainya merupakan awal yang baik sebelum pergi kelapang. Kondisi fisik seseorang sangat mempengaruhi kinerja di lapangan. Namun, fisik yang kuat belum tentu menjadi indikator keberhasilan tim di lapang.

Mental seseorang dilapangan juga mempengaruhi sikap seseorang dilapangan. Pada kondisi yang ekstrem, mental seseorang akan teruji. Karakter seseorang akan jelas terlihat. Untuk itu, diperlukan mental yang kuat, serta mampu memahami karakter masing-masing individu dengan cara mengadaptasikan diri dengan lingkungannya. Bersifat “bersemangat” tiap waktu akan memberikan kesan yang baik bagi fatner dilapangan.

6. Simulasi

Proses simulasi merupakan bagian yang cukup penting dalam mempersiapkan studi. Simulasi merupakan bentuk kegiatan yang menyerupai atau mirip dengan kegiatan yang sebenarnya direncanakan dilaksanakan dilapangan. Lokasi-lokasi yang dipilih sebagai tempat simulasi diusahakan menyerupai lokasi studi serta dengan objek yang hampir sama.

Lapang

Kegiatan lapang ini meliputi pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh melalui observasi langsung di lapang serta wawancara masyarakat. Sementara data sekunder diperoleh dari studi literatur.

Pascalapang

Kegiatan pascalapang meliputi :

–          Pembuatan laporan hasil studi di lapangan

Membuat laporan sebagai pertanggungjawaban kepada pihak sponsor, organisasi maupun pihak yang bersangkutan lainnya yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

–          Presentasi hasil sebagai pertanggungjawaban.

Mempresentasikan hasil laporan atau kegiatan baik secara lisan maupun tulisan

–          Publikasi

Mempublikasikan kepada masyarakat publik, minimal lingkungan sekitar bahwa organisasi yang anda ikuti telah mengikuti atau mengadakan suatu kegiatan dengan capaian atau hasil yang diperoleh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: