WWF KLAIM TEMUKAN SPESIES BARU DI HUTAN KALIMANTAN

Mammals News, 15 Des 05

Jakarta, (ANTARA News) – World Wild Fund (WWF) for nature mengklaim telah menemukan hewan carnivora misterius yang diduga spesies baru di kawasan hutan Kalimantan. “Hewan ini berukuran sedikit lebih besar dari kucing rumah, berbulu warna merah gelap, dengan ekor yang panjang,” kata salah seorang ahli biologi WWF Stephan Wulffraat pada konferensi pers pengumuman Carnivora tersebut di Jakarta, Selasa(6/12). Menurutnya, foto hewan itu terdokumentasi oleh kamera jebakan pada malam hari dan hingga kini WWF belum berhasil menangkap satu pun dari spesies tersebut, sehingga belum dapat memastikan bahwa itu merupakan spesies baru atau sub spesies baru.
“Kami telah menunjukkan foto dari hewan ini kepada masyarakat lokal yang umumnya mengenal kehidupan liar yang ada di daerah mereka tetapi tidak seorang pun yang pernah melihat makhluk itu sebelumnya,” katanya.
Bahkan, para ahli mamalia dari berbagai institusi juga mengaku tidak mengenal binatang ini, oleh karena itu pihaknya 90 persen yakin ini adalah spesies baru, kata Stephan. Menurutnya jika penemuan itu benar merupakan Carnivora baru maka itu adalah penemuan spesies Carnivora baru pertama selama kurun waktu satu abad sejak penemuan Carnivora terakhir di pulau Kalimantan.

“Beberapa ahli kehidupan liar mengatakan bahwa jika dilihat sepintas, hewan ini mirip dengan Lemur, tetapi Lemur tidak pernah ada di hutan Kalimantan sehingga sebagian besar peneliti yang saya hubungi yakin ini adalah spesies Carnivora baru,” ujarnya. Stephan menambahkan identifikasi mamalia tersebut sebagai Carnivora dia peroleh dari pengamatan pada kaki belakang hidupan itu yang jauh lebih tinggi dari morfologi kucing ataupun Musang.
Koordinator Nasional program `Hearth of Borneo` Bambang Supriyanto mengatakan jika habitatnya tidak dilindungi maka hewan aneh bertelinga kecil dan berkaki belakang besar itu akan menjadi misteri selamanya.
Karena itu, kebijakan pembukaan lahan sawit seluas 1,8 juta hektar di perbatasan Kalimantan hendaknya dipertimbangkan kembali.
“Taman nasional Kayan Mentarang, Kalimantan, tempat dimana Carnivora tersebut terdokumentasi terletak di sebuah kawasan yang dikenal sebagai `Heart of Borneo` yaitu sebuah kawasan yang ditutupi oleh hutan hujan tropis,” katanya. Menurut Bambang, jika pemerintah Indonesia memiliki wacana untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terbesar di kawasan itu maka potensial membawa dampak yang sangat merugikan bagi kelestarian hutan hujan tropis, hidupan liar dan masyarakat lokal di kawasan itu.

WWF juga menekankan jika tanah yang tidak subur dan daerah yang sangat terjal seperti di kawasan itu tidaklah cocok untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit karena memiliki ketinggian lebih dari 200 meter di atas permukaan air laut, sehingga produktivitas akan sangat rendah untuk perkebunan kelapa sawit. “Penemuan Carnivora misterius itu mengingatkan kita akan arti penting konservasi hutan hujan tropis di kawasan `hearth of Borneo` mahluk ini apapun namanya nanti belum pernah terlihat kembali sejak pertama kali terdokumentasi pada April 2003. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar jumlah populasinya sangat sedikit,” kata Bambang.(*)

LKBN ANTARA Copyright © 2005

Kelompok Pemerhati Mamalia “Tarsius” HIMAKOVA – IPB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: