Pembuatan Jalur Inventarisasi Satwaliar di Lapangan

Dalam perkembangan metode inventarisaasi satwaliar dibutuhkan suatu metode yang dapat memberikan hasil dengan cepat. Metode-metode dengan rapid assessment (penilaian cepat) dikembangkan untuk menilai keanekaragaman hayati dalam suatu kawasan. Selain itu pendugaan populasi satwaliar dalam rangka pengelolaan atau monitoring dapat mengunakan bermacam-macam metode inventarisasi. Salah satunya yaitu dengan menggunakan jalur.
Pembuatan jalur inventarisasi satwaliar di lapangan, bisa dilakukan dengan berbegai metode yang menggunakan jalur. Metode-metode inventarisasi satwaliar yang menggunakan jalur adalah metode IPA (Index Point of Aboudance), metode Transek dengan Lebar Tetap (Transect with Fixed Width), metode Transek dengan Lebar Tidak Tetap (Transect with Variable Width), Metode Penghitungan Suara (Call Count), Metode Penghitungan Populasi Berdasarkan Adanya Sarang (Nest Count), Triangle Call Count Method, dan lainnya.
Penempatan jalur ini dapat dilakukan dengan cara acak melalui petak atau ditempatkan pada daerah-daerah yang merupakan tempat berkumpulnya satwa yang akan diinventarisasi (hasil survey pendahuluan atau hasil studi pustaka). Namun dalam penerapan di lapangan pembuatan jalur ini mendapat berbagai macam kendala seperti kondisi topografi, keadaan vegetasi yang rapat, dan lainnya.
Masalah topografi yang menghambat dalam pembuatan jalur inventarisasi satwaliar diantaranya adalah jurang, sungai yang besar yang memotong jalur, tanjakan dengan kelerangan yang cukup curam, dan lainnya. Pada vegetasi yang rapat sulit untuk dilewati dan juga sulit untuk membuat jalur.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara membelokkan jalur untuk menghindari kondisi-kondisi yang sulit tersebut. Selain itu pembuatan jalur juga tidak mutlak harus lurus karena kondisi lapangan yang dinamis (berubah-ubah).
Alternatif lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti atau memakai jalur setapak yang sudah ada. Hal ini dilakukan karena biasanya jalan setapak tersebut bisa dikatakan cukup lurus.
Jadi dalam penentuan metode inventarisasi dengan jalur, hal perlu ditekankan adalah bahwa jalur yang dibuat tidak mutlak harus lurus, jalur yang dibuat dapat dibuat dengan menyesuaikan dengan kondisi alam. Hal ini dilakukan untuk mempermudah inventarisasi satwaliar yang dilakukan, selain itu juga untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan.
Secara umum metode jalur inventarisasi satwaliar merupakan metode inventarisasi yang cepat dan mudah untuk dilakukan karena hanya tinggal mengikuti jalur yang ada dan mencatat satwaliar yang ditemui baik itu dari samping jalur, belakang jalur, maupun didepan jalur. Walaupun metode jalur ini juga memiliki kekurangan, tetapi metode jalur inventarisasi satwaliar ini sering dipakai untuk inventarisasi satwaliar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: