Morfologi Harimau Sumatera

Secara umum bentuk dan warna tubuh harimau sama yaitu loreng yang merupakan ciri khas dari seekor harimau. Tipe loreng berbeda antara satu individu dengan individu yang lain, begitu pula antara sisi kanan dan sisi kiri tubuhnya (asimetris). Jumlah loreng ini bervariasi dan cenderung terpisah-pisah (Sriyanto, 2003). Loreng juga terdapat di bagian ekornya. Pada bagian dada, perut dan kaki sebelah dalam berwarna agak keputihan. Iris mata harimau berwarna kuning dengan pupil mata berbentuk bulat. Pada telinga bagian belakang berwarna hitam dengan noda putih yang mencolok, sebagai tanda visual untuk membantu anaknya pada waktu malam hari (Tilson et al.1996). Pada umumnya, harimau jantan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan harimau betina (Jackson, 1990). Perbedaan ukuran tersebut tergantung pada subspesiesnya di mana subspesies yang hidup lebih jauh dari garis khatulistiwa memiliki ukuran tubuh yang lebih besar. Perbedaan tersebut disajikan pada
Perbedaan morfologi tiga subspesies harimau di Dunia
Perbedaan morfologi tiga subspesies harimau di Indonesia
Sumber : Subagyo (1996) dalam Endri (2006).
Kaki belakang harimau lebih panjang daripada kaki depannya sehingga memudahkan harimau melompat tinggi dan jauh. Cakar pada kaki depan dilengkapi dengan kuku yang panjang, runcing dan tajam yang panjangnya 80 – 100 mm, dimana dapat ditarik dan diulur untuk menangkap dan menggenggam mangsanya. (MacDonald, 1984; Jackson, 1990). Cakar depan harimau selalu lebih besar daripada cakar belakang. Bantalan pada cakar tersebut berfungsi untuk mengurangi suara langkah harimau ketika berjalan. Lebar telapak kaki harimau dewasa antara 10-20 cm dan kaki belakang rata-rata lebih kecil 1 – 1,5 cm (Singh, 1999).
Sody (1973) dalam Endri (2006) menyatakan harimau sumatera memiliki bentuk hidung yang pendek dan lebar, berbeda dengan harimau jawa dan harimau bali yang memiliki hidung yang panjang dan sempit. Garis dahi harimau sumatera umumnya datar, berbeda dengan garis dahi harimau jawa dan bali yang melengkung. Perbedaan ketiga subspesies harimau di Indonesia selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Perbedaan morfologi tiga subspesies harimau di Indonesia
Kriteria Harimau Sumatera Harimau Jawa Harimau Bali
Ukuran Normal Normal Lebih kecil
Warna dasar Coklat Terang Coklat Lebih gelap Coklat Lebih gelap
Warna bagian dalam kaki depan Keputih-putihan Warna yang lebih muda dari warna dasar Sama dengan harimau jawa
Hidung Pendek dan lebar Panjang dan sempit Panjang dan sempit
Bidang occipital Lebar Sempit Sempit
Garis frontal (dahi) Sebagian besar datar Lebih melengkung Lebih melengkung
Bullae Normal Normal Sedikit lebih pipih/datar
Dapat diketahui bahwa perbedaan harimau sumatera dengan jenis harimau lainnya dari segi morfologinya adalah berukuran lebih kecil, pola loreng, warna dasar tubuh (warna pelage), karakter tulang tengkorak (Kitchener, 1999) serta analisis DNA (Sriyanto, 2003).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: