mengenal rusa sambar (cervus unicolor)


sumber gambar : antaranewskalimantantimur
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Upaordo: Ruminantia
Famili: Cervidae
Upafamili: Cervinae
Genus: Cervus
Spesies: C. unicolor
Nama binomial
Cervus unicolor
(Kerr, 1792)

Rusa merupakan salah satu sumberdaya alam hayati dan di Indonesia termasuk satwa liar yang dilindungi undang-undang. Ada beberapa sub spesies rusa yang hidup di Indonesia. Menurut inventarisasi Van Bemmel ada 11 sub spesies rusa yang penyebarannya merata dari Indonesia bagian timur hingga Indonesia bagian barat (Jacoeb dan Wiryosuhanto, 1994). Ada dua spesies Rusa yang populer di Indonesia yaitu Cervus unicolor dan Cervus timorensis

Rusa Sambar (Cervus unicolor) merupakan populasi rusa terbesar untuk daerah tropik dengan sebaran di Indonesia mencakup pulau besar dan kecil yaitu pulau Sumatera, Kalimantan, Irian, Nusa Tenggara Timur dan Barat serta pulau kecil di sekitar Sumatera (Whitehead, 1994).

Rusa merupakan hewan herbivora sehingga dalam kehidupannya rusa membutuhkan hijauan sebagai makananan pokoknya. Di habitat alami hewan ini biasanya mencari makanan pada pagi dan sore hari menjelang petang dan bersembunyi pada siang hari. Ciri morphologis rusa sambar adalah memiliki tanduk bercabang dan tanduk rusa jantan akan tanggal setiap 2-3 tahun sekali. Menurut Kuncoro (1985) rusa sambar merupakan rusa terbesar dengan berat badan dapat mencapai kurang lebih 300 kg.

Di dalam daur kehidupan, rusa mempunyai dua fungsi penting yaitu fungsi ekologis dan fungsi ekonomis. Menurut Martyr (2000), fungsi ekologis dari rusa adalah sebagai mangsa utama (critical tiger prey base) dari harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang saat ini hampir punah. Selain itu, rusa juga dapat menyebarkan berbagai jenis tumbuhan melalui biji-bijian yang termakan dan keluar lewat feses di tempat lain, sehingga rusa dapat berfungsi untuk regenerasi tumbuhan. Sedangkan fungsi ekonomis dari rusa adalah sebagai sumber penghidupan khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, dengan cara berburu dan menjualnya dalam bentuk daging, kulit, dan tanduk dengan harga yang cukup tinggi.

Meskipun rusa sambar termasuk hewan yang dilindungi undang-undang, namun perburuan terhadap hewan ini terus berlangsung, sehingga hewan ini bisa terancam punah. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus maka daur-daur kehidupan akan terputus. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan pelestarian atau koservasi terhadap satwa yang dilindungi ini, baik secara insitu maupun exsitu. Tahap awal dari program pelestarian adalah inventarisasi untuk mengkaji keberadaan rusa, keadaan populasi, dan habitatnya. Dengan demikian dapat diharapkan pengelolaan terhadap satwa ini (Cervus unicolor) dapat dilakukan dengan baik sehingga kelestarian dapat dipertahankan, populasi dapat ditingkatkan, dan manfaat akan menjadi lebih optimal.

mengenal rusa sambar (cervus univolor)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: